Cita-cita Anak Kos Sebelah

sebut saja namanya gede, kira-kira umurnya sudah 6 tahun. dia dikenal sebagai anak kecil yang sudah dewasa, dikarenakan pola pikir, tingkah lakunya dan cara bicaranya seperti bak seorang dewasa.

waktu itu teman saya ngerjain si gede sehingga terlihat mukanya yang kesal terhadap teman saya, setelah beberapa lama teman saya bertanyak kepada si gede.
Temen = “gede kalau udah besar cita-citanya jadi apa??”
Gede= “jadi tai” dengan raut wajah yang masih kesal
Temen = “kok jadi tai de?” sambil ketawa
Gede = “iya jadi tai” dengan nada kesal
saya dan teman-teman tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban dari si gede, dan teman saya pun membayangkan jika suatu saat nanti si gede menghadiri acara pensi dia akan menggunakan kostum tai, dan akan ditanya oleh banyak orang, kenapa gede pake kostum seperti in, dan mungkin dia akan menjawab, “Karna cita-cita saya menjadi tai”

jika si gede besar nanti mungkin dia akan menjadi seniman yang hebat, karna kami membayangkan si gede akan selalu berada disungai dengan kostumnya dan mengambang di sungai, yang membuat orang takut dan panik yang mungkin akan langsung menolongnya untuk dibawa kepinggir sungai, mungkin karna dikira orang tenggelam yang ngambang di sungai.
setelah dibawa kepinggir pasti si gede akan berbicara sperti ini
Gede = ” kenapa saya dibawa kepinggir??”
Penolong = ” mau nolong kamu”
Gede = ” kok ditolong sih pak?? ”
penolong = ” supaya kamu tidak mati tenggelam, dan saya tadi sempat berpikir kalau kamu sudah mati”
Gede = ” saya ini enggak tenggelam pak, tapi saya hanya berekting menjadi tai, saya ingin tau seberapa bagusnya saya berakting menjadi tai, ternyata saya sudah gagal menjadi tai”

saya dan teman-teman saya tertawa hingga perut ini terasa sakit, dan si gede dengan muka yang kesal keluar dari kamar saya.

Advertisements
Posted in Cerita | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Nyaris Mati Kesetrum Listrik

waktu itu saya ingin membeli sebuah baut ditoko elektronik yang akan saya gunakan untuk memasang colokan ( colokan listrik cewek). ketika saya sampai ditoko elektonik saya bertanya kepada penjual.
Saya = “mas jual baut buat colokan g?””
Penjual = “ada, mau nyari berapa??”
saya = ” mau nyari 5 aja mas”
diambilkan lah baut 5 biji, dan setelah mengambilkannya datang seorang pelanggan, dan penjual tersebut menghampiri pelanggan tersebut, dan mereka berbicara (entah meraka berbicara apa).

waktu itu saya melihat ada sebuah colokan yang terdapat disamping kasir, untuk memastikan baut tersebut pas ataw tidak saya masukkan satu baut kelubang colokan trsebut, dan saya masukkan baut trsebut dalam-dalam, dan penjual tersebut menegur saya
penjual = “kamu ngapain???”muka marah
dan sayapun menarik baut yang telah saya masukkan tadi
saya = ” mau memastikan bautnya pas atau tidak mas” sambil nyengir
penjual = “itu colokan ada arus listriknya”
saya = ” masak mas?” saya pun kaget dan bengong,
penjual = ” ini kabelnya, kamu g liat??”
saya = ” saya kira ini cuma contoh colokan mas, wah”. saya pun melihat kabelnya, ternyata memang colokan tersebut ada arus listriknya, dan saya kaget bercampur senang karena saya masih bernafas setelah memasukkan baut kedalam colokan yang ada arus listriknya

Posted in Cerita | Tagged , , , | Leave a comment